Tips
Loading...

CARA MEREKRUT DAN MEMPERTAHANKAN KARYAWAN


Dalam iklim perekonomian seperti saat ini, mempekerjakan karyawan bukanlah hal aneh yang dilakukan oleh para pemilik usaha kecil. Seiring berkembangnya usaha, mereka terus berupaya melakukan baik penambahan maupun meningkatkan kualitas karyawan yang sudah ada.

Namun apakah semua pemilik bisnis memiliki sikap yang sama? Apakah perbedaan gender akan mempengaruhi sikap mereka dalam mengelola bisnis?

Perbedaan Manajemen Bisnis antara Pria dan Wanita

Baru-baru ini Bank of America Small Business Owner melakukan penelitian pada para pemilik usaha kecil berkaitan dengan sikap mereka terhadap perekrutan karyawan. Ternyata Bank of America Small Business Owner tersebut menemukan adanya perbedaan penting antara para pengusaha pria dan wanita dalam mengelola bisnis.

Pertama, sebagian besar pemilik usaha kecil tidak berencana untuk menambah karyawannya. Selama 12 bulan ke depan, hanya 28 persen wanita dan 33 persen pria yang berencana melakukan perekrutan karyawan, sementara 63 persen wanita dan 56 persen pria berencana untuk tetap menggunakan staf mereka sudah ada.

Mereka yang berrencana melakukan perekrutan karyawan-pun memiliki alasan yang bervariatif dalam mengambil keputusan ini. Secara keseluruhan, pemilik bisnis pria lebih mungkin untuk menambah jumlah karyawan karena peningkatan bisnisnya (33 persen pria vs 29 persen wanita). Para pemilik bisnis pria lebih cenderung berpikiran maju dalam melakukan perekrutan karyawan baru. Sebagai contoh, 23 persen pria vs 15 persen wanita yang melakukan perekrutan, mentargetkan adanya keterampilan baru atau berbeda dari bisnisnya yang dibawa oleh pelamar, dan 17 persen laki-laki vs hanya 7 persen wanita mengatakan mereka merekrut untuk beradaptasi dengan perubahan dalam lingkungan bisnis, misalnya ponsel atau digital behavior.

Secara keseluruhan, pebisnis pria memiliki minimal 5 poin persentase lebih mungkin dibandingkan wanita untuk mempekerjakan karyawan dalam rangka beradaptasi dengan lingkungan bisnis yang baru, terutama dalam peran yang melibatkan ponsel, media sosial, pengembangan bisnis, keuangan, SDM atau pemasaran.

Perbedaan ini menjadi lebih menarik saat pemilik bisnis pria lebih cenderung mengatakan bahwa untuk memukan kandidat yang dibutuhkan itu sulit, dibandingkan pebisnis wanita (50 persen pria vs 41 persen wanita). Sebaliknya lebih banyak pemilik bisnis wanita mengatakan bahwa untuk menemukan kandidat yang memenuhi syarat itu mudah (23 persen perempuan vs 15 persen laki-laki).

Apa yang dicari Para Pemilik Bisnis saat Merekrut Karyawan?

Ada beberapa perbedaan yang menarik juga di sini. Pebisnis pria lebih mungkin dibandingkan wanita untuk mengadopsi keterampilan atau pengalaman sebagai kriteria yang paling penting (49 persen pria vs 43 persen wanita). Sebaliknya, lebih banyak pebisnis wanita yang mengatakan bahwa sikap atau kemauan proaktif untuk belajar adalah merupakan faktor yang paling penting (22 persen perempuan vs 18 persen laki-laki).

Ketika diperlukan untuk mempertahankan karyawan, laki-laki lebih cenderung untuk fokus pada bottom line, dimana 57 persen pria vs 48 persen wanita menawarkan gaji yang kompetitif, dan 47 persen pria vs 41 persen wanita menawarkan bonus sebagai pengganti kinerja yang bagus.

Tentu saja, ini adalah penarikan generalisasi - ada banyak pemilik usaha perempuan yang menawarkan gaji yang kompetitif dan banyak laki-laki yang lebih suka mempekerjakan karyawan karena sikapnya daripada keterampilan.

Pelajaran Penting bagi Para Pemilik Bisnis

Bersikaplah Proaktif, Tidak Reaktif

Jika Anda melihat adanya perubahan yang datang dan diperkirakan akan mempengaruhi bisnis Anda, seperti misalnya pertumbuhan digital marketing, pertimbangkanlah untuk mempekerjakan orang ahli sehingga bisnis Anda tetap menduduki tren terdepan, bukannya mengikuti tren.

Bersedia Berkorban

Uang yang berbicara. Jangan pedulikan argumen-argumen lemah! Pada kenyataannya, tidak ada orang yang pernah menolak pekerjaan karena gajinya terlalu tinggi.

Jika Anda benar-benar tidak mampu membayar secara kompetitif, setidaknya pertimbangkan untuk menawarkan bonus berbasis kinerja atau insentif keuangan lainnya untuk menarik dan mempertahankan karyawan.

Mempersiapkan Kontraktor Independen

Masih segar dalam ingatan kita saat kita harus memberhentikan karyawan selama resesi global terjadi, dan itu sangat menyakitkan bagi banyak pengusaha. Jika Anda ragu mempekerjakan orang karena Anda tidak tahan memikirkan PHK, Anda masih memiliki cara lain yaitu dengan membangun freelancer berbakat dan kontraktor independen yang dapat membantu Anda dalam memanfaatkan tren untuk mengalahkan pesaing Anda.

source: smallbiztrends
Share on Google Plus

About Sekar Ayu

Hi, I'm Sekar Ayu. Over the years, we have built a reputation through the knowledge and experience. Our services are always designed for customers with a competitive cost, and we combine experience with innovative solutions that can be integrated into your business applications.
    Blogger Comment
    Facebook Comment