22 Apr 2014

Penjualan telah menjadi semacam jiwa dari seluruh kegiatan ekonomi. Keberhasilan Anda sangat ditentukan oleh seberapa besar kemampuan Anda dalam melakukan penjualan untuk mendapatkan keuntungan, bukan hanya produk atau jasa Anda, namun juga bagaimana menjual diri Anda sendiri. 

Berikut adalah lima tanda-tanda bahwa Anda memiliki posisi yang baik untuk berhasil dalam seni menjual: 


1. Ingat! Bisnis Anda adalah mengenai orang.

Banyak penjual terjebak dalam apa yang mereka jual dan lupa bahwa mereka sebenarnya berada dalam bisnis orang dimana pelanggan Anda ingin diperlakukan secara pribadi. Grant Cardone, seorang sales expert internasional menceritakan pengalamannya sbb;
"Saya baru dari dokter gigi yang jelas telah lupa bahwa mereka sedang dalam bisnis gigi, namun mereka bisa membuat pasien bahagia dan nyaman." 

Mendapatkan perhatian dan mempertahankan minat pelanggan adalah masalah terbesar dalam bisnis. Cobalah Anda berkunjung ke setiap outlet-outlet besar, restoran, atau kantor profesional yang berserakan di setiap penjuru kota Anda. Hanya sedikit dari mereka yang secara hangat bisa menerima Anda.

"Sebelum saya mengunjungi atau bekerja dengan klien, saya mengingatkan pada diri sendiri bahwa mereka adalah individu yang unik dan layak mendapatkan perlakuan berbeda." Kata Grant menambahkan.

2. Fokuslah pada hasil, bukan usaha.

Permainan penjualan itu bukanlah seperti yang sering kita bayangkan misalnya; pengorganisasian, perencanaan atau pertemuan-pertemuan. Seni menjual adalah tentang mendapatkan hasil. Dalam seni penjualan ini biasanya akan menghabiskan waktu dengan obrolan ringan, bercanda, mentertawakan diri sendiri tentang kesibukan pekerjaan atau topik-topik ringan lainnya. Dan lagi, itu semua tidak dilakukan di depan pelanggan yang dapat dipastikan akan membeli produk kita. 

Keberhasilan Anda dalam penjualan adalah tentang mendapatkan hasil dan itu berarti memindahkan produk Anda ke tangan pelanggan lebih banyak lagi. Seorang tenaga penjualan yang hebat tahu persis bagaimana mendapatkan perhatian pelanggan dan menyajikan produk atau jasa mereka dengan cara yang menyebabkan pelanggan ingin membelinya. Jangan campur adukkan antara hasil dengan usaha.

3. Lakukan hal yang menantang.

Tenaga penjualan terbaik yang pernah dikenal bersedia menceburkan diri ke dalam cara-cara yang "berbahaya". Mereka begitu yakin dengan penawarannya, bersedia menemui dan berhadapan dengan pelanggan yang sulit, mengajukan pertanyaan-pertanyaan sulit, dan bertekad untuk mendapatkan penjualan. Melakukan hal-hal yang tidak biasa dan penuh tantangan adalah kehidupan para top performer. 

4. Buatlah pelanggan Anda takjub.

Seorang tenaga penjualan yang hebat akan mencari cara untuk menginspirasi keterlibatan pelanggan secara emosional dan menciptakan urgensi untuk memilikinya. Ketika Anda berhasil membuat pelanggan Anda takjub, maka Anda juga telah membuat perbedaan dengan pesaing dan menyebabkan mereka ingin menjadikan Anda sebagai bagian dari pengalamannya. Anda dapat menawarkan produk apapun, bahkan yang membosankan sekalipun, dan buatlah sebuah presentasi yang menakjubkan. 

5. Mintalah order.

Ini mungkin tampak sangat sederhana, tetapi kebanyakan tenaga penjualan tidak pernah meminta order. Sungguh kenyataan yang sulit dipercaya, namun memang begitulah faktanya. 

Belum lama ini kami baru saja selesai melakukan observasi dengan teknik Mystery Shopping pada beberapa perusahaan perbankan terkemuka. Hasilnya, lebih dari 70 persen dari mereka, Customer Service tidak meminta atau mendorong kita untuk menggunakan produk yang mereka jelaskan. Apa yang mereka lakukan adalah sebatas pemberian informasi produk.

inspired from entrepreneur

Posted by: Sekar Ayu
Riset Pasar, Updated at: 02:13
Posted by Sekar Ayu On 02:13 READ MORE

15 Jan 2014

Setelah Anda memahami tabel riset pasar, sumber data, dan jenis data riset pasar, seperti telah dikemukakan sebelumnya, sekarang saatnya kita melakukan riset pasar sendiri secara sederhana.

Langkah pertama dalam riset pasar adalah menyusun kuesioner atau pertanyaan yang jawabannya ingin kita ketahui. Contoh misalnya, ada seorang kawan saya dari Madura, Pak Cahyo, yang telah sukses menjalankan bisnis Restoran Bebek Madura.

Beliau mulai mempertimbangkan untuk mengembangkannya di kota lain, katakanlah Kota Malang. Maka pertanyaan dalam penelitiannya bisa seperti ini, "Jika nantinya ada restoran dengan menu bebek kremes di kota Anda dengan harga Rp. 25.000,- per porsi, seberapa besar kemungkinan Anda akan mencobanya?" misalnya.

Dari pemantauan tren bisnis (membaca majalah, koran, internet, dan lain-lain), mungkin saja ditemukan informasi bahwa konsumen di Kota Malang ternyata lebih menyukai masakan dengan bahan dasar daging ayam atau sapi, misalnya.

Mengenai informasi dari data sekunder seperti diatas, kita masih perlu membuktikannya di lapangan. Jika informasi tersebut benar, maka logikanya tidak ada restoran bebek di sana. Jadi, wilayah pertama yang bisa diteliti adalah persaingan. Anggaplah misalnya, ternyata di Kota Malang telah ada tiga bisnis restoran bebek yang sama. Anda bisa mengunjungi mereka dan mencicipi masakannya. Disamping itu, Anda bisa mencari tahu juga tentang pelanggan mereka. Jika mereka memang menjual produk yang sama persis, cari tahu informasi sebanyak mungkin. Boleh saja orang lain telah lebih dulu menjual produk yang sama, tapi ini bukan berarti bahwa Anda tidak boleh melakukannya. 

Riset pasar dalam hal ini akan lebih banyak berbasis pada konsumen. Dalam kasus ini, Pak Cahyo bisa mulai dengan melakukan survei kepada konsumen yang difokuskan pada apakah mereka akan tertarik pada restoran barunya. Jika respon yang didapat positif sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan, maka bisa melanjutkan dengan wawancara per telepon kepada kelompok yang dipilih secara acak dari populasi yang ditargetkan. Jika respon ini juga positif, mungkin kita bisa melanjutkan lagi ke wawancara yang lebih mendalam dengan responden yang dipilih.

Penelitian ini akan menjadi lebih spesifik lagi. Jika pertanyaan survei di awal tadi masih sederhana, seperti "seberapa besar kemungkinan Anda akan mencobanya?", dan jika indikasi mengarah positif, maka kita perlu mengetahui lebih banyak lagi dibanding sekadar apakah pelanggan tertarik atau tidak.

Sebagai contoh, pertanyaan di kuesioner bisa lebih spesifik misalnya;
  1. Berapa kali dalam sebulan responden akan makan restoran baru itu?
  2. Berapa harga maksimal dimana responden masih bersedia membelinya?
  3. Seberapa besar kemungkinan responden akan mengajak anggota keluarga, atau teman-temannya?
Secara umum, semakin rinci dan spesifik informasi yang dikumpulkan dalam penelitian, maka akan lebih bagus dan berguna untuk membuat keputusan.


Posted by: Sekar Ayu
Riset Pasar, Updated at: 00:26
Posted by Sekar Ayu On 00:26 READ MORE

13 Jan 2014

Bahkan Bill Gates sekalipun memulainya dari usaha kecil. Dan dia sendiri tak menduga akan memperoleh keberhasilan seperti sekarang.

Berikut 10 tips usaha kecil yang layak dipelajari demi meraih kesuksesan Anda.

Tips ini akan memberikan fakta-fakta sederhana yang akan menjadikan Anda lebih realistis dalam berbisnis, tidak menggantungkan angan tinggi di atas awan.

Tentukan Target Pasar Anda

 
Bisnis Anda tidak akan menampung kebutuhan semua orang. Tentukan ceruk atau pangsa pasar Anda yang lebih spesifik dan tingkatkan daya tarik Bisnis Anda.

Buatlah Bisnis Anda Berbeda

 
Jika pesaing Anda melakukan sesuatu, jangan meniru. Tetaplah membuat bisnis Anda terlihat menonjol di pasar yang penuh sesak dengan begitu banyak iklan dan produk yang terlihat sama.

Membangun Tim


Jangan mempekerjakan karyawan untuk mengisi posisi. Namun Pekerjakanlah mereka untuk menjadi bagian dari tim Anda dalam membangun bisnis.

Bergerak Cepat

Banyak pepatah yang mengatakan bahwa "waktu adalah uang". Kenyataannya waktu memang telah menjadi semacam komoditas yang paling berharga. Ketika pengiriman diperkirakan akan tiba di hari Jumat misalnya, upayakan untuk sampai di hari Kamis sore. Segera lakukan konfirmasi baik via telepon ataupun kirim email.

Ucapkan Terima Kasih

Terimakasih banyak! Katakan pada pelanggan maupun karyawan Anda bahwa Anda sangat menghargai mereka. Akan lebih baik lagi jika Anda melakukannya dengan cara kuno; mengambil pena dan menuliskannya di atas kertas.

Konsisten


Pastikan bisnis Anda memiliki tampilan dan nuansa yang konsisten. Pelanggan harus mendapatkan rasa (layanan) yang sama dari setiap orang dalam bisnis Anda. Selalu!

Tersenyumlah


Buanglah jauh-jauh pikiran bahwa alasan orang membeli dari Anda adalah karena harga, kualitas produk, atau garansi. Mereka membeli dari Anda karena mereka menyukai Anda!

Bersikap Optimis


Selalu mengatakan bahwa gelas itu setengah penuh (bukan setengah kosong). Ini adalah sebuah sikap optimis dalam memandang sesuatu. Sikap akan selalu menang, dan pada akhirnya akan menular kepada semua orang di sekitar Anda.

Menjual Kemudahan

Jangan pernah menjual yang sulit-sulit. Menyelesaikan masalah. Memenuhi keinginan. Lakukan apa yang benar-benar terbaik untuk pelanggan Anda.

Tetaplah pada Posisi Nyaman

Jangan pernah menerima gagasan yang Anda sendiri sudah sering melakukannya. Jangan pernah menerima ide atau teknologi baru yang tidak bisa diterapkan pada bisnis Anda.

edited from about.com

Posted by: Sekar Ayu
Riset Pasar, Updated at: 18:42
Posted by Sekar Ayu On 18:42 READ MORE
Awal tahun baru merupakan waktu yang tepat untuk mengevaluasi kebiasaan kerja kita, memunculkan ide-ide yang belum terrealisasi, dan melakukan perbaikan dalam bisnis kita.

Setiap tahun banyak sekali pelajaran yang bisa diambil, sehingga tidak pernah ada kata terlambat untuk merenungkan apa yang telah kita pelajari dari pengalaman, untuk kemudian mempraktekkan pengetahuan tersebut dalam bisnis yang lebih baik di masa mendatang.

Dalam rangka menyambut tahun baru, berikut ini beberapa hal yang bisa kita perbaiki di awal tahun 2014 ini untuk meningkatkan kualitas bisnis kita.

1. Hadapilah tantangan Anda

Mengetahui kekuatan dan kelebihan sendiri memang tidak sulit. Namun untuk menemukan kelemahan dan kemudian memperbaiki diri kita terkadang membuat gerakan kita menjadi lamban. Tapi bagaimanapun juga, kita harus menyadari tentang pentingnya membuat sebuah perubahan dalam diri kita.

Memang, ada jutaan alasan untuk menguatkan kata "saya tidak bisa" dan sebagian besar intinya hanya karena rasa kekhawatiran.

Sekarang, manfaatkanlah tahun 2014 ini untuk mengidentifikasi dan membangun bagian yang menantang dalam bisnis kita. Mengikuti training atau seminar-seminar memang bagus, tetapi sebagai pengusaha, kita perlu tindakan sekarang. Kita harus proaktif dengan beralih ke internet, misalnya. Carilah informasi, artikel, mentor, dan tutorial online yang sekiranya bisa membantu.

2. Seimbangkan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.

Pencampuran antara urusan bisnis dan kehidupan pribadi adalah dua hal yang bisa berpengaruh negatif, dan pada gilirannya akan menciptakan ketidakseimbangan dalam bisnis Anda. Solusinya, Anda harus menyeimbangkan kedua kepentingan tersebut. Fokuslah pada apa yang Anda sukai dengan tetap menjaga niat Anda untuk memiliki lebih dari itu dalam hidup Anda.

Di tahun 2014, cobalah untuk mencari cara yang cepat dan mudah untuk meng-kolaborasikan antara kehidupan pribadi dan kehidupan profesional menjadi gaya hidup sehat dengan bekerja lebih baik untuk Anda, pekerjaan, dan tentu saja orang-orang yang Anda cintai.

3. Biarkan aplikasi yang bekerja.

Waktu Anda sering terbuang karena proses pekerjaan secara manual terlalu lama? Di era digital seperti sekarang, sangat mungkin ada sebuah aplikasi untuk menggantikan proses itu. Ambil alih pekerjaan manual dan biarkan aplikasi yang bekerja untuk Anda. Misalnya, mungkin Anda sedang mengumpulkan masukan dari pelanggan mengenai kepuasan mereka terhadap produk atau layanan Anda. Sekarang ini, Anda tidak perlu mencetak form isian dan terjun langsung menemui pelanggan. Anda hanya perlu akun dan login ke website yang menyediakan form isian secara online. Form online ini bekerja 24 jam nonstop, dan feedback dari pelanggan akan otomatis masuk ke email Anda.

Jika pekerjaan Anda memerlukan begitu banyak waktu, cobalah untuk mencari apakah ada alat yang dapat menggantikannya, dan membuat hidup Anda jadi lebih mudah.

4. Berikanlah bantuan.

Ketika ada seseorang meminta bantuan pada Anda, cobalah pikirkan bagaimana cara membantu orang itu tanpa mengganggu kehidupan Anda. Anda tidak akan pernah tahu jika suatu saat Anda juga memerlukan bantuannya. Anda tidak harus memberikan sesuatu yang besar-besar, namun cukup bisa membantunya. Mungkin bentuknya bisa buku, informasi, atau artikel digital yang relevan. Saya sendiri senang berbagi e-book yang sekiranya bermanfaat.

5. Buatlah catatan kartu nama.

Seringkali kita menerima kartu nama dengan informasi yang terbatas. Segera menuliskan catatan untuk membantu mengingat informasi rinci yang tidak termuat dalam kartu nama. Hal ini bisa berupa; kepentingan mereka, tujuan, almamater, atau hari ulang tahunnya. Ingat, ini memerlukan tindakan cepat dan segera, karena jika Anda menundanya, kemungkinan besar akan terlupakan.

edited from entrepreuneur

Posted by: Sekar Ayu
Riset Pasar, Updated at: 16:44
Posted by Sekar Ayu On 16:44 READ MORE

28 Dec 2013

Boleh jadi Anda pernah mempertanyakan tentang perbedaan antara Riset Pasar dan Riset Pemasaran. Meskipun kedua istilah ini sering digunakan secara bergantian, namun keduanya memiliki beberapa poin yang berbeda.

Perbedaan utama Riset Pasar dan Riset Pemasaran terletak pada ruang lingkup konsep. Riset Pasar memiliki konsep yang lebih sempit karena penelitiannya difokuskan pada pasar tertentu. Sedangkan Riset Pemasaran memiliki cakupan yang jauh lebih luas.

Riset Pasar biasanya meliputi bidang-bidang khusus seperti penelitian tentang; produk, harga, saluran distribusi, kepuasan pelanggan, citra perusahaan, merek, evaluasi iklan, dan lain sebagainya.

Kedua konsep tersebut merupakan bagian integral dari wilayah pemasaran secara menyeluruh, yang pada dasarnya adalah segala sesuatu yang terjadi bahkan sebelum dilakukannya proses produksi suatu produk atau jasa.

Secara ringkas kita bisa memahaminya bahwa; Riset Pasar adalah merupakan bagian dari Riset Pemasaran.

Menggunakan "Empat P" untuk membedakannya
  1. Product (produk)
  2. Price (harga)
  3. Place (tempat)
  4. Promotion (promosi)
Berikut uraian ringkas mengenai "Empat P" dalam pemasaran.

Riset Pemasaran mencakup keempat langkah yang memungkinkan untuk mengidentifikasi dan memahami preferensi konsumen. Sementara di sisi lain, Riset Pasar biasanya hanya mencakup satu dari empat langkah di atas, misalnya tentang place (tempat). Tempat di sini mencakup analisis pasar tertentu atau segmen. Oleh karenanya riset pasar dalam hal segmen ini hanya berorientasi pada pelanggan dan pengukuran permintaan pasar saja.

Riset Pemasaran melakukan penelitian untuk mendapatkan informasi tentang preferensi konsumen dan produk. Sedangkan Riset Pasar melakukan penelitian untuk mendapatkan informasi tentang tempat (segmen) pelanggan, persaingan, dan industri pada umumnya.

Kesamaan Antara Riset Pasar dan Riset Pemasaran

Meskipun mereka memiliki tujuan yang berbeda, namun keduanya memberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan, mencari jawaban, dan menggunakan jawaban-jawaban yang diperoleh melalui sebuah penelitian sebagai referensi perbaikan di masa depan sehingga keputusan-keputusan bisnis yang dilakukan menjadi lebih baik.

Note: Namun demikian, ada juga yang membedakan cakupan antara Riset Pasar dengan Riset Pemasaran berdasarkan hasil pencarian di Google seperti gambar di bawah ini:


Ada sekitar 5x lebih banyak hasil pencarian dengan kata kunci "market research" (57.6m) vs "marketing research" (10.2m). Dari sini disimpulkan; karena "market research" yang lebih umum digunakan, maka diyakini memiliki cakupan definisi yang lebih luas.

Posted by: Sekar Ayu
Riset Pasar, Updated at: 19:28
Posted by Sekar Ayu On 19:28 READ MORE
  • RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube